Perempuan berdarah Aceh blasteran Sunda ini sejak SMA gemar menunggang motor. Meski dengan motor bebek, wanita yang sudah memiliki tiga orang putra ini, saat gadis sering wara-wiri dengan motor kesayangannya selesai sekolah. Tak salah klo sekarang sering ikut suami saat touring HD.
Entah karena memang sudah jodoh atau memang alasan lain, ketika mendapatkan suami pun kebetulan juga penggemar berat sepeda motor. Tapi, jangan menduga mereka bertemu karena berhubungan dengan motor.
Pertemuan mereka diawali diatas kereta KRD. Kebetulan mereka berdua penyuka hal yang simpel, enggak mau repot pake mobil. Kerja cukup naik kereta. Engga macet, cepat dan murah lagi.
Uniknya hubungan mereka serius setelah dua tahun tidak bertemu. Saat pertemuan berikutnya keduanya langsung serius dan menikah tahun 1992.
Saat ini menunggang HD, baru dilakukan di seputar komplek rumah saja, pasalnya sang suami masih risi melepas sang istri naik motor HD dengan kondisi jalan yang semrawut.
“Saat ini buat seorang perempuan menjadi boncenger mungkin lebih aman. Sebab kondisi jalan di Indonesia masih labil,” ujar wanita penggemar kepiting ini.
Pengalaman touring pertamanya dilalui dengan mengendarai salah satu moge buatan Jepang. Namun rasanya bagi boncenger sangat tidak nyaman dan melelahkan dengan badan membungkuk di sepanjang jalan.
Darah bikersnya berpikir keras, motor apa yang dapat melakukan touring bersama sang suami? Jatuhlah pilihan pada HD.
Ada yang unik dari perempuan yang lahir bertepatan dengan Hari Pahlawan 10 Nopember 1969, Cut Zainab lebih safe dibonceng motor dari pada ikut suami dengan mobil.
Meski risi, sang suami memberikan hadiah buat ulang tahun Cut Zainab, HD Softail Springer. Sedang Suherly sang suami menunggangi Ultra Classic.
Hobi yang memang kebetu-an sama membuat Ibu penggemar warna hitam putih ini selalu mengikuti sang suami saat menunggang HD. Mereka bisa melakukan setiap Minggu dan libur pendek. Sedang saat libur panjang mereka melakukan wisata dengan seluruh anggota keluarga.
Kiprahnya di LOH memang masih menjadi anggota biasa, namun untuk semua kegiatan LOH, Cut Zainab berusaha aktif mengikutinya mulai dari pengajian, arisan dan safety riding yang dikhususkan bagi anggota LOH.
Keikutsertaannya di LOH bukan hanya trend, namun mempunyai alasan tertentu. Salah satunya adalah selain berkomunikasi dengan sesama penggemar HD, juga untuk dapat saling berbagi dengan orang yang membutuhkan. Kebetulan program utama LOH adalah charity. Jadi pas lah antara hobi dan ibadah berjalan beriring.
Keluarga Motor
Selain hobi motor, kegemaran lainnya adalak mengkoleksi buku, terutama buku-buku keagamaan.
Karena nyakap dan baenya hobi motor, tak salah kalau ketiga anaknya juga terkontaminasi hobi motor. Dua anak laki lakinya Riko yang sudah mahasiswa dan Raka yang duduk dikelas dua SMA kerap membongkar pasang motor untuk dimodifikasi. Sedangkan si bungsu, Rika yang masih di bangku SMP sering merengek minta dibelikan motor.
Adanya kesamaan hobi dengan putra-putrinya membuat mereka meng-ikhlaskan orangtuanya saat melakukan touring. Klop lah sebuah keluarga bikers yang sejahtera………..